Bermain Trampolin, Cocok Untuk Anak Kinestetik

by - Desember 03, 2018

Anak Kinestetik adalah anak yang suka bergerak dan cerdas dalam mengolah tubuhnya. Mereka senang berlarian, melompat ke sana kemari, dan cenderung tidak bisa diam. Anak seperti ini jika diarahkan dengan baik bisa menjadi seorang atlet, penari, artis, penulis, dan tenaga kreatif lainnya yang berhubungan dengan otak kanan. 
Untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak, mereka bisa diajak untuk lebih banyak beraktivitas fisik. Salah satu permainan yang cocok dengan anak tipe banyak gerak ini adalah permainan trampolin.
Trampolin selain sebagai wadah bermain, juga sekaligus bisa menjadi olahraga yang menyenangkan. Gerakan melompat di udara dapat memperkuat otot dan melatih fleksibilitas tulang. Namun, perlu diperhatikan bahwa permainan ini sebaiknya dimainkan oleh anak yang berusia 6 tahun keatas. Ini karena bermain trampolin rentan berisiko cedera. Sedangkan untuk orang dewasa, permainan trampolin memiliki manfaat untuk memperbaiki sikulasi pembuluh darah, menurunkan kadar stress, dan menurunkan berat badan.  
Jadi, bermain trampolin dapat dilakukan oleh orangtua dan anak sebagai sarana bermain dan berolahraga. Bagi yang memiliki anak tipe kinestetik, bermain trampolin ini sepertinya wajib dicoba.  

You May Also Like

18 komentar

  1. Anak saya dulu direkomendasikan dokter gizinya main trampolin untuk pertumbuhannya. Saat itu masih 4 tahun. Yang penting ttp dalam pengawasan mungkin, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, rupanya dokter gizi juga merekomendasikan ya mba..

      Hapus
  2. Anak saya dua duanya kinestetik, makanya suka bgt kalau ke playground ada trampolinnya��

    BalasHapus
  3. Boleh nih mbak di coba, asal enggak terlalu tinggi mungkin aman ya mbak. Sayangnya disini jarang ada trampolin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mba, dicoba.. anak-anak pasti ketagihan main, hehe..

      Hapus
  4. Anak-anak saya juga suka banget trampoline. Yg kecil mulai main trampoline saat dia usianya hampir 2 th. Awalnya bingung tp lama-kelamaan jd keterusan. Tapi dia hanya boleh main di satu area dg pengawasan orang tua. Thanks for sharing mba 😊

    BalasHapus
  5. Anak-anak saya juga suka banget main trampolin. Tapi nggak lama-lama, sih. Selanjutnya pada sibuk menyusun lego yang biasanya disediakan di sana juga. Saya sih suka banget. Tapi maluuu kalau nggak ada sesama orang dewasa, hahaha ...

    BalasHapus
  6. Waktu saya tinggal di Amerika. hampir semua rumah yang ada anak kecilnya punya trampolin. Biasa yang kecil gitu..atau sekalian besar bisa dipakai sekeluarga. Bagus katanya memang

    BalasHapus
  7. Iya waktu anak saya msh kcl jg suka main trampolin...bermnfaat mb i fonya, thx

    BalasHapus
  8. Anakku udah minta terus tapi belum tak bolehin. Ya karena belum dapat tempat yang safety aja. Emang trampolin ini bagus untuk melatih motorik kasar anak

    BalasHapus
  9. Bagus ya katanya. Dulu anak saya senang trampolin. Sayang sekarang sudah besar, sulit cari tempat trampolin.

    BalasHapus
  10. Menarik, nih. Anak-anakku pasti akan suka diajak main trampolin meski saya agak ngeri liatnya.

    BalasHapus
  11. Anak keduaku suka banget lompat-lompat di kasur hehehe.. beda ama kakaknya yang lebih suka main lego

    BalasHapus
  12. Wah kebetulan, anakku dua2nya kinesthetic. Nice info. Tapi disarankan umur 6 tahun ke atas ya. Skrg sih doyannya pada lompat2 kasur. Hihihi

    BalasHapus
  13. Anakku suka lompat-lompat kasur sampai dah gedhe mbak.
    Apa berarti kecilnya kurang main trampolin ya mbak.#nyengirmalu

    BalasHapus
  14. Setuju banget nih. Bermain trampolin cocok untuk anak kinestetik. Sayangnya anak saya belum berani. Hehe

    BalasHapus