Tetesan Air Hujan #Berkisah_Day2

by - September 25, 2018


“Ma.. langit warnanya biru, laut warnanya biru.. kalau awan warnanya putih atau abu-abu?” tanya Naila sambil membolak balikkan buku mewarnainya.
“Hmm.. kalau hari cerah awannya berwarna putih..” jawab mama.
“Tapi kalau hujan turun, warna awan akan lebih gelap,” lanjut mama sambil melihat buku mewarnai Naila.
“Kok bisa hujan ada di awan ma,?” tanya Naila lagi.
“Jadi begini, mama cerita asal mula hujan ya..”

Allah itu Maha pengasih dan penyayang. Agar tumbuhan menjadi subur dan manusia tidak kehausan, Allah ciptakanlah hujan. Jadi, tetesan air laut yang kena panas matahari itu menjadi lebih ringan dan kemudian melayang naik ke langit tersedot oleh sinar matahari. 
Tetesan air yang jumlahnya sangat banyak itu berubah menjadi udara dingin. Mereka berkumpul supaya tidak jatuh. Semakin lama semakin banyak tetesan air yang naik ke langit. Karena sangat banyak, akhirnya mereka menjadi awan. 
Lalu kemudian ada angin yang menggoncang-goncangkan awan tadi sehingga kumpulan tetesan air tadi terjatuh kembali. Maka jadilah hujan.

Seperti firman Allah SWT dalam surat Al-Furqaan ayat 48, yang artinya :
“Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih.”


#Day2
#BundaBerkisah
#PejuangLiterasi

You May Also Like

0 komentar