Rumah Panggung Nenek #Berkisah_Day1

by - September 24, 2018


“Siapa yang mau dengar cerita tentang rumah nenek buyut?” tanya saya ke anak-anak saat mereka masuk kamar untuk bersiap tidur. 
“Sayaaaa…” serentak anak-anak menjawab dengan mata yang berbinar sambil mengacungkan tangan.
 “Okee, mama mau cerita tentang rumah nenek buyut yang ada di kampung,”

Duluuu.. saat mama masih kecil setiap tahun ada jadwal berkunjung ke kampung halaman kakek dan nenek. Berangkatnya bersama orangtua, saudara, om dan tante mama. Makin banyak yang berangkat, makin seru dan ramai. 
Perjalanan ke kampung selalu mama nikmati, tidak pernah tidur selama di perjalanan karena senang melihat pemandangan. Ada gunung yang tinggi, kadang juga melewati laut yang luas, banyak terlihat sawah yang terbentang berwarna hijau. Kalau berangkatnya siang hari, di perjalanan sering melihat bebek berjejer rapi menuju ke sungai. 
Sampai di rumah nenek, pasti akan mendengar kicauan burung yang ada di pohon. Rumah nenek rumah yang sederhana. Bentuk rumah panggung yang terbuat dari kayu yang kokoh. Untuk masuk ke rumah nenek buyut kita harus menaiki tangga, karena pintu masuknya ada di atas.
Dibeberapa sisi rumahnya nenek buyut, ada pohon pisang dan di bagian belakangnya ada sungai. Kalau sore, banyak anak yang bermain di sungai itu. Dan di subuh hari, ayam-ayam berkokok seperti berlomba untuk membangunkan orang-orang untuk shalat subuh.  
“Saya juga ma, mau punya rumah yang dekat sungai, supaya bisa main di sungainya,” kata si anak kedua.
“Iya nak.., berdoa sama Allah ya sayang, diberi rejeki biar bisa punya rumah di dunia, dan punya rumah juga di surga,” jawab saya.
“Di surga bisa punya rumah ma?,” tanya si sulung penasaran.
“Bisa dong sayang.., jika kita selalu berbuat baik, rajin mengerjakan sunnah dan shalat Dhuha maka Allah akan bangunkan rumah di Surga,” jelas saya menutup kisah malam ini.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas raka’at tersebut adalah empat raka’at sebelum  zhuhur, dua raka’at sesudah zhuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shubuh.” (HR. Tirmidzi, no. 414; Ibnu Majah, no. 1140; An-Nasa’i, no. 1795. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)


#Day1
#Bundaberkisah
#Pejuangliterasi
#Komunitasonedayonepost
#ODOP_6







You May Also Like

0 komentar