Kisah Menahan Marah #Berkisah_Day4

by - September 29, 2018


Saat bermain di depan rumah, tanpa sengaja Naila menyenggol kakaknya sehingga terjatuh. Si Kakak berdiri dengan wajah kesal dan marah pada adiknya.
“Kalau jalan hati-hati dong!” kata kakak memarahi adiknya.
“Maaf kak, tidak sengaja,” jawab Naila singkat.
Mama yang ada di rumah keluar melihat keributan yang terjadi di luar. Lalu sambil masih kesal kakak Kaisar menceritakan kejadiannya ke mama.
“Adik sudah minta maaf, jadi sekarang berdamai ya.. Kata Rasulullah, kalau kita menahan marah, berarti kita orang yang kuat loh..” ujar mama untuk menenangkan keduanya.
“Kalau mama mau cerita tentang Rasulullah, boleh gak?” sambung mama sambil menuntun Kaisar dan Naila masuk ke dalam rumah.
“Bolehh..” kata Kaisar yang sudah agak tenang.
“Baik, ini kisah nabi Muhammad SAW,” kata mama memulai berkisah.

Dahulu Nabi Muhammad SAW setiap pulang dari mesjid, selalu diludahi oleh seorang yang tidak suka dengan beliau. Disaat Nabi lewat, ia memanggil Nabi. Rasulullah yang selalu menghormati orang lain pun menengok. Disaat itulah orang tersebut meludahi wajah Rasulullah SAW. Namun beliau tidak sedikit pun menunjukkan rasa marah.
Kejadian itu berulang selama beberapa hari, hingga suatu hari Nabi tidak bertemu lagi dengan orang yang meludahinya tersebut. Dalam hatinya, Nabi berkata “Ke mana gerangan orang yang selalu meludahiku?”
Setelah mencari tahu, Nabi pun mengetahui kalau orang tersebut sedang sakit. Lalu beliau mengambil makanan yang ada dirumahnya, lalu membeli buah-buahan, kemudian menuju ke rumah orang tersebut untuk menjenguknya.
Setelah sampai di rumah orang tersebut, kagetlah dia ketika melihat Rasulullah datang dan membawakannya makanan. 
“Untuk apa engkau datang ke rumahku?” tanya tanya orang tersebut.
“Aku datang untuk menjengukmu saudaraku, karena aku dengar engkau sedang sakit,” jawab Rasulullah dengan suara yang lembut.
“Wahai Muhammad.. sejak aku jatuh sakit belum ada seorang pun datang menjengukku. Namun engkau, yang telah aku sakiti selama ini dan aku ludahi berkali-kali, yang pertama kali datang menjengukku,” kata orang tersebut terharu. 
Ia pun lantas memeluk Nabi dan meminta maaf, lalu kemudian menyatakan untuk memeluk Islam. Dari situlah ia menyadari bahwa agama Islam adalah agama yang penuh kedamaian.

Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah kekuatan itu dengan menang dalam bergulat, akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan amarahnya ketika ia marah.” (HR. Imam Bukhari Muslim).


#Day4
#BundaBerkisah
#PejuangLiterasi
#onedayonepost
#ODOP_^

You May Also Like

0 komentar