Day 9 - Tantangan Komunikasi Produktif

by - September 14, 2018


Pulang sekolah Naila asyik bermain di samping adeknya. Si adek rupanya mau juga memegang mainan yang ada di tangan kakaknya.  Jadi ia selalu berusaha mengambil mainan yang dipegang oleh kakak. Tapi setiap kali mainannya mau diambil oleh adek Uleng, Naila menghindar sehingga adek menangis dan mengejar kakaknya.
“Kakak, kenapa adek Uleng menangis?” tanya saya menghampiri Naila agar bisa berbicara secara dekat, dan sebagai usaha saya dalam meminimalkan teriakan. Jadi saya pun mendekati Naila yang berada di ruang tengah saat itu.
“Uleng ma, mau na rebut mainan ta..”
“Ooh, adek juga mau pegang mainan ta kakak..,” kata saya bermaksud menenangkan Naila.
“Ih, tapi na tarik dari tanganku,”  jawabnya lagi.
“Nanti kalau sudah kita maini, boleh gantian sama adek di’?” kata saya.
“Ndak mau deh..” jawab Naila lalu berlari masuk ke kamar. Bersamaan dengan itu, si adek juga menangis. Saya pun tarik nafas, biar tidak kelepasan berintonasi tinggi dan emosi bisa dikontrol. 
Praktek Komunikasi Produktif hari ini rupanya membawa saya untuk menahan emosi. Yup, terkadang kita sebagai orangtua kelepasan mengeluarkan emosi negatif ke anak. Dan sampai di tantangan hari ke sembilan ini saya pun masih berusaha terus berkomunikasi produktif ke anak-anak. Latihan dan terus latihan, kadang gagal yang penting terus berusaha. Semangat.. 


#hari9
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


You May Also Like

0 komentar