Day 6 – Tantangan Komunikasi Produktif

by - September 11, 2018


Percakapan saya dengan ana-anak hari ini..
“Ma.., coba ki liat kaki-ku.. bersih toh,” keluar dari kamar mandi Kei memperlihatkan telapak kakinya ke saya.
“Wah iya.., sudah ki cuci kaki nak?”
“Bukan cuci saja ma, sudah juga kusikat kaki-ku,” ujarnya dengan mata yang berbinar.
“Kemarin.. waktu ke rumahnya nenek, ayah cuci sikat kaki-ku pakai batu.. Jadi bersih sekali mi kaki-ku,” tambahnya bersemangat.
“Pakai batu apa nak? Batu gosok ya..? Hmm, pantas tadi malam mama liat kaki ta bersih sekali,”
“Ndak tau batu apa namanya, tunggu saya tanya ayah dulu,” sambil berlari kakak menemui ayahnya yang sedang berada di kamar. Beberapa saat kemudian si anak sulung ini datang lagi menghampiri saya.
“Iye ma, batu apung na pakai ayah kemarin,”
“Kalau begitu, setiap habis main kaki ta di cuci nah.. biar selalu bersih,” kata saya pada Kei dan berlatih menerapkan KISS (Keep Information Short & Simpleuntuk berkomunikasi dengan anak.
“Bagaimana saya gosok kaki-ku kalau ndak ada batu ma?” tanya Kei lagi. Di rumah kami memang tidak pernah menggunakan batu apung untuk menggosok peralatan dapur, adanya cuma abu gosok.. hehe..
“Bisa di gosok pakai sikat nak,” jawab saya.
“Oke,” kata Kei sambil mengambil bola dan menendangnya pelan.
Saya pun melanjut menyuapi adiknya sedang menikmati makan siangnya.

Kemudian sorenya, ketika sedang memasak untuk makan malam, si anak tengah menghampiri saya dan bertanya,
“Ma, tidak dipakai mi sikat gigiku toh?”
“Iye nak, memangnya kenapa?” tanya saya heran.
“Tadi kakak Kei tanya saya, jadi saya tanya ki lagi..,” katanya sambil kembali ke atas di lantai dua. Ternyata Naila ingin memastikan kalau sikat gigi tersebut sudah tidak dipakai lagi.
Beberapa menit kemudian Naila datang lagi, sambil senyum-senyum dan berbisik dia mendekati saya.
“Ma, liatki kaki-ku bersih mi..” sambil mengangkat kakinya ke arah saya. Belum sempat saya berkata apa-apa, Naila sudah duluan cerita.
“Tadi kakak Kei yang sikatkan kaki-ku, pakai sikat gigi yang tidak dipakai mi..”
“Bersih mi mama toh?” sambungnya lagi sambil tersenyum.
“Iye nak, kaki ta sudah bersih mi.., bilangji terimakasi sama kakak?” jawab saya.
“Tidak, lupa ka..” katanya sambil berlari.
MasyaAllah.. Ternyata si kakak mencontoh ayahnya yang sudah membersihkan kakinya, kemudian mengaplikasikannya ke adiknya. 

Hmm.., hari ini saya belajar dari anak-anak bahwa mereka memang peniru yang ulung, maka sudah selayaknya sebagai orangtua kita memberikan contoh yang baik ke anak-anak kita. Jadi di hari keenam tantangan level 1 Komunikasi Produktif ini, saya berlatih menggunakan metode KISS dan observasi.


#hari6
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6


You May Also Like

0 komentar