Day 4 - Tantangan Komunikasi Produktif

by - September 09, 2018


Tantangan di hari ke 4 materi Komunikasi Produktif saya terapkan ke Naila, si anak ke dua yang berumur lima tahun. Kali ini mau menerapkan metode menunjukkan empati. Sejak dapat materi Komunikasi Produktif, disetiap percakapan dengan anak-anak, saya selalu berusaha memilih kata-kata yang tepat. Sebisa mungkin menghindari intonasi tinggi. Walau kadang kelepasan juga kalau lagi khilaf.. hehe..

Jadi sudah lima hari Naila sakit cacar. Di beberapa tempat, bintik cacar sudah mengering, tapi masih ada juga yang masih segar. Beberapa malam ini tidurnya juga tidak nyenyak, kadang menangis dan mengeluh kulitnya gatal. Seperti di sore tadi dia mengeluhkan tangannya gatal. Ini karena memang masih ada bintik cacar di telapak tangannya.

“Ma.., gatalnya ini tanganku,” keluhnya sambil memperlihatkan telapak tangannya.
“Masih gatal ya nak? Sini coba mama lihat,” sambil meraih tangannya saya coba mengamati tangannya.
“Oiya, masih belum kering nak cacarnya.. itumi yang bikin gatal,” sambung saya sembari mencoba menerapkan metode berempati, sesuai materi di kuliah bunda sayang.
“Mama kasi obat ya sayang.. supaya tidak gatal lagi,” kemudian saya menawarkan solusi untuk Naila.
“Iya ma..” jawab Naila sambil tersenyum.
Dari sini saya mengerti bahwa ketika kita sebagai orang tua menunjukkan empati ke anak, mereka akan merasa tenang. Dan tidak menutup kemungkinan jika kita menerapkan secara konsisten, mereka tidak akan canggung menceritakan kesulitan atau masalah mereka. Jadi ketika kita berempati ke anak, sesungguhnya kita melatih mereka agar berempati ke orang lain. 
Sebenarnya anak-anak juga memiliki sifat empati sejak mereka masih bayi. Dari artikel yang saya baca di website motherandbaby, seorang psikolog anak dan dewasa yang bernama Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Psi, mengatakan bahwa  
Kemampuan empati pada anak diturunkan secara genetik. Akan tetapi agar lebih optimal, orang tua perlu  mengajarkan anak untuk berempati,”
Contoh bahwa bayi bisa juga berempati yaitu bisa dilihat dari seorang bayi yang ikut menangis ketika mellihat bayi lainnya menangis. Begitu pula ketika berinteraksi dengan orang dewasa, bayi memperlihatkan empati ketika kita menunjukkan wajah bahagia, ia akan menunjukkan ekspresi bahagia juga.



#hari4
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6



You May Also Like

0 komentar