Day 2 - Tantangan Komunikasi Produktif

by - September 07, 2018


Sudah sekitar 5 hari kakak Kei mengeluh gigi seri bagian bawahnya goyang. Jadi kami sarankan supaya dia terus mencoba menggoyangkan giginya sampai betul-betul siap di cabut. Tapi tadi malam gigi susunya ini sudah sangat goyang, bisa tercabut dengan sekali tarikan tangan orang dewasa. 

Namun saya dan ayahnya sepakat untuk memberikan kenangan mencabut gigi sendiri dengan baik sehingga nantinya dia tidak trauma dengan mencabut giginya.

“Ma.., ini gigiku mau mi tercabut” kata si sulung sambil memegang gigi seri bawahnya yang sebelah kiri.
“Iye, cabut me ki nak.. coba kita tarik” saya mencoba duduk untuk melihat giginya lebih jelas.
“Aihh, tidak bisa ma.. sakit kalau saya tarik”
“Bisa nak, tarik ki kuat-kuat.. nanti kalau sudah tercabut, hilangmi sakitnya..” saya mencoba menerapkan metode tidak bisa menjadi bisa.
“Ndak bisa ma.., karena sakit kalau saya tarik keras” sambil terus menggoyang-goyangkan
“Ayo, dicoba dulu.. Mau mama yang tarikkan atau Kei yang tarik sendiri?” saya mencoba metode komunikasi produktif yang lain.
“Saya pi saja ma.., bisa ja tarik ini. Nanti kalau mama yang tarik nanti lebih sakit”
“Oke, toss dulu.. anak mama pasti bisa dong..”
Setelah percakapan kami, Kei menuju ke kamar tidur. Mungkin memberitahu ayahnya kalau giginya sudah mau tercabut. Ketika saya selesai menyiapkan makan malam, tiba-tiba Kei menghampiri.
“Ma.., ini gigiku sudah mi saya cabut” katanya sambil tersenyum lebar dan menunjukkan giginya di tangan.
“Wah hebat.. tuh kan tidak sakit ji toh? Kita yang cabut sendiri?” penasaran dengan
“Saya sama ayah,” jawabnya sembari tersenyum
“Sama Ayah? kok bisa?”
“Saya yang pegang gigiku ma, terus ayah pegang tanganku baru saya tarik mi sama-sama ayah,” ceritanya antusias.
Melihat ekspresinya sepertinya tidak ada trauma. Bersyukur pengalaman cabut gigi pertamanya ini bisa sukses tanpa tangisan.

Di tantangan hari kedua ini saya bisa merasakan bahwa kepercayaan diri anak-anak akan tumbuh jika didukung dan terus dimotivasi oleh orangtuanya. Jika saja saat Kei mengatakan tidak bisa, lantas saya meng’iya’kan bahwa tidak bisa dicabut sendiri, mungkin ananda akan ragu dan  bisa menimbulkan trauma disaat mencabut gigi. 



#hari2
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

You May Also Like

2 komentar

  1. Halo Mbak Risma, saya mau tanya, ini sekeluarga ngobrol pakai bahasa daerah mana, Mbak? Manadokah? Hihihi

    BalasHapus