Day 16 - Tantangan Komunikasi Produktif

by - September 22, 2018


Di hari ke-16 praktek komunikasi produktif semakin hari rasanya semakin hati-hati dalam berinteraksi ke anak. Hati-hati di sini dalam artian ketika berinteraksi dengan anak dan pasangan, sedikit bisa mengontrol diri. Walau kadang juga kelepasan, hehe..
Seperti kejadian Sabtu kemarin, yang baru sempat dituliskan hari ini. Kemarin saat pulang sekolah kami menjemput si sulung dan berencana mau menghabiskan sore di Kampung Popsa. Kalau sore hari tempat ini memang nyaman untuk dijadikan tempat bersantai. Anak-anak suka karena bisa melihat pantai, kapal dan pelabuhan.
Tiba di sana ayah memesan satu es krim untuk tiga orang anak. maksudnya agar mereka bisa belajar berbagi satu sama lain. 
“Siapa yang mau es krim??” tanya ayah saat es krim yang diantarkan sudah mendekati meja kami.
“Sayaaaa….” Si kakak pertama dan kakak kedua bersamaan menjawab.
Saat es krim sudah tiba di meja, “Ini es krimnya siapa?” tanya Kei
“Es krim untuk semuanya..” jawab saya.
“Deh, satu ji??” sambung Naila.
“Iya, makannya gantian nah..” jawab saya sambil tersenyum.
Karena dari awal kami meminta dua sendok es krim, jadi masing-masing mengambil satu sendok. 
“Enakkan kalau makan sama-sama..?” saya kembali membuka percakapan dengan anak-anak.
“Kakak Kei selalu ambil banyak-banyak.., ndak mau lagi sama-sama deh” celutuk Naila. Rupanya si tengah ngambek karena merasa mendapatkan sedikit es krim.
“Kalau begitu, kakak Naila juga ambil banyak-banyak sama seperti kakak, jadi adil..” ujar ayah yang memperhatikan kelakuan mereka dari tadi. Mendengar ayahnya berkata begitu, Naila melanjutkan kembali menikmati es krim dengan kakaknya. 
Di hari ke-enambelas ini komunikasi produktifnya masuk ke poin mengatakan keinginan. Karena merasa tidak adil, Naila sudah bisa mengatakan apa yang tidak berkenan dihatinya. Ke depannya kami sebagai orangtua berharap anak-anak mampu mengatakan hal-hal yang dirasa tidak sesuai dengan pemikiran mereka. Ini untuk menghindari jiwa mereka agar tidak tertekan terhadap suatu peristiwa atau sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nurani mereka. Sudah menjadi tugas kami untuk terus menumbuhkan fitrah kejujuran dalam diri mereka. Semoga kami mampu untuk terus menjalankan tugas kepengasuhan ini. Bismillahh…


#hari16
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6






You May Also Like

0 komentar