Day 13 - Tantangan Komunikasi Produktif

by - September 18, 2018


Ketika lagi menyiapkan makan malam, tiba-tiba Naila mendekat sambil menangis.
“Ma.., kakak Kei tidak mau main lagi sama saya,” katanya sambil menggosok matanya yang sudah banjir. Belum sempat saya menjawab, Kei pun datang.
“Capek me ka main ma.., mau ka mandi sore dulu,” jelas Kei.
“Kakak mau mandi dulu ya nak.. Naila juga mandi nah, karena sudah jam 5 mi,” kata saya ke Naila dengan nada suara yang rendah dan wajah yang ramah. Biasanya kalau terjadi yang seperti ini saya bisa langsung mengeluarkan suara dengan intonasi tinggi, hehe.. Alhamdulillah, hari ini bisa meredam dengan suara yang rendah.
“Tapi seru mainnya tadi..,” jawab Naila masih sambil menangis.
Sambil memeluknya, saya pun berkata “Kan, sebentar malam bisa main lagi atau besok kalau pulang sekolah..” 
“Sekarang Naila mandi dulu supaya segar..,” sambung saya. Kali ini saya melepaskan pelukan dan menatap mata si anak tengah ini. 
Tapi mama ambilkan handukku.. baru mau ka mandi,” kali ini si gadis kecil sudah reda.
“Oke.., toss dulu dong,” kami pun mendekatkan sedua telapak tangan kami sebagai tanda kesepakatan. 
Bahasa tubuh memang sangat berpengaruh dalam berkomunikasi. Seperti yang dikatakan oleh Albert Mehrabian bahwa pada komunikasi yang terkait dengan perasaan dan sikap (feeling and attitude) aspek verbal (katakata) itu hanya 7% memberikan dampak pada hasil komunikasi. Komponen yang lebih besar mempengaruhi hasil komunikasi adalah intonasi suara (38%) dan bahasa tubuh (55%).


#hari13
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6



You May Also Like

4 komentar