Cerita Daun Mint, Ulat, dan Amplop Marun.

by - September 16, 2018


Bulan lalu saat ke Giant swalayan untuk belanja bulanan, saya melihat daun mint yang sudah dipacking rapi di deretan sayur dan buah. Kebetulan nih, dari dulu saya mencari daun mint untuk ditanam dan dipakai buat tambahan property jika memotret makanan.
Sebenarnya belum tau daun mint yang dijual di supermarket itu bisa ditanam kembali atau tidak. Tapi, karena penasaran pengin menananm mint, akhirnya beli juga dengan harga Rp. 17.500,- per 100gram. Lumayan mahal sih menurutku, karena di Carrefour pernah dapat harga Rp. 12.000,- per 100gramnya. Tapi gak apa-apa deh, namanya juga usaha. Hehe.. 
Setelah pulang di rumah, saya cuci daun mintnya lalu dimasukkan ke dalam wadah yang sudah berisi air. Pernah baca di status facebook teman, katanya daun mint yang batangnya direndam dalam wadah, nantinya akan segar dan bisa tumbuh. So, saya cobalah mempraktekkannya. 
Setelah tiga hari saya amati ternyata batang dan daun mintnya terlihat layu. Walau putus asa melihatnya saya tetap menyimpan daun mint yang batangnya terendam air tersebut. Di hari ke tujuh, iseng-iseng saya tengok daun mintnya lagi, daannn… betapa senangnya saat melihat daun-daunnya sudah mulai tumbuh.

Di hari ke sembilan, beberapa calon tanaman mint ini saya pindahkan ke pot. Berharap daun mint ini bisa tumbuh dengan subur. Tapi, setelah mengamati calon tanaman mint yang masih terendam air, ternyata ada ulat yang menempel di batangnya. Hmm.., pantesan ada beberapa yang daunnya bolong-bolong. Ternyata dimakan sama ulat ini. 
Tanpa pikir panjang, saya pun mengambil gawai dan memotret si ulat. Lalu menyentilnya dan seketika ulat sudah berpindah tempat. Berharap tidak ada lagi ulat lagi yang hinggap di tanaman mint lainnya.
Calon tanaman mint yang sudah dipindahkan di pot setiap pagi dan sore selalu disiram, tapi belum sempat saya berikan pupuk, ehh.. dihari keduapuluh malah mati dan kering. Begitu juga dengan calon tanaman mint yang masih di air, semuanya perlahan-lahan jadi layu. Sedihnya, karena sudah berharap tanaman mint ini kan tumbuh. 
Tapi, karena hari itu dapat kiriman berupa amplop berwarna marun yang isinya undangan dari sahabat lama yang ingin menikah, jadilah kesedihan sedikit terobati.
Dan beberapa hari setelah tanaman mint semuanya layu, saya membeli lagi tanaman mint yang lain di toko tanaman hias. Semoga kali ini mintnya bisa tumbuh.

#komunitasonedayonepost
#ODOP6


You May Also Like

0 komentar