Berkomunikasi Produktif di Kelas Bunda Sayang

by - September 06, 2018


Awal bulan ini perkuliahan online Bunda Sayang sudah dimulai. Setelah tahun lalu saya menyelesaikan kelas matrikulasi di IIP (Institut Ibu Profesional), baru tahun ini bisa melanjutkan ke jenjang kelas Bunda Sayang. Dan Insya Allah bersiap untuk menerima tantangan di kelas ini selama satu tahun ke depan.

Di kelas Bunda Sayang batch 4 ini, saya masuk di kelas Sulawesi Online. Kelas ini memang diberisikan bunda-bunda yang memiliki zona wilayah yang sama. Dari kelas kami ada 63 bunda yang belajar dan mempersiapkan diri untuk mendidik anak-anak dengan baik.

Materi pertama yang kami bahas di grup whatsapp adalah tentang komunikasi produktif. Baik itu komunikasi terhadap pasangan, maupun komunikasi dengan anak. 

Komunikasi ini memang merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam membina rumah tangga. Miss komunikasi bisa bikin suami istri salah paham. Dan komunikasi yang salah pada anak-anak juga membuat anak sulit menangkap pesan yang kita sampaikan ke mereka.

Tantangan terbesar dalam komunikasi adalah mengubah pola komunikasi diri kita sendiri. Seringkali kita tidak menyadari bahwa cara berkomunikasi kita produktif. Sehingga kosa kata dan struktur kata yang keluar ketika berbicara dengan pasangan atau anak-anak tidak efektif. Cara kita berpikir sangat berpengaruh dengan kata-kata yang kita ucapkan. Ketika kita selalu berpikir positif maka kata-kata yang keluar dari mulut kita juga kata-kata positif, demikian juga sebaliknya. 

Kata-kata itu membawa energi, maka pilihlah kata-kata yang positif
Kata 'Masalah" bisa diganti dengan 'Tantangan'
Kata 'Susah' bisa diganti dengan 'Menarik'
Kata 'Aku tidak tahu' bisa diganti 'Ayo kita cari tahu'

Bisa dibayangkan, ketika kita mengatakan 'masalah’ maka kedua ujung bibir kita turun, bahu tertunduk,  akan merasa semakin berat dan tidak bisa melihat solusi. Tapi jika kita mengubah dengan 'Tantangan' maka kedua ujung bibir kita tertarik, bahu tegap maka nalar akan bekerja mencari solusi.

Pemilihan kata akan memberikan efek yang berbeda terhadap kinerja otak. Maka kita perlu berhati-hati dalam memilih kata supaya apa yang kita katakana bisa membuat kita dan orang yang mendengarkannya menjadi berenergi dan lebih bermakna. So, dalam berkomunikasi dengan orang lain, terutama pada pasangan dan anak-anak mari kita memilih kalimat yang positif. 


You May Also Like

0 komentar