Kaldu Ayam Kampung Untuk Mpasi

by - April 02, 2017



Menjelang usia baby Fei yang ke-7 bulan, saya mulai membuat kaldu buat mpasi nya. Untuk menu 4 bintang, air kaldu cukup banyak digunakan sebagai tambahan lemak. Kemarin malam bikin kaldu ayamnya di slow cooker biar lebih kental. Jadi, setelah si baby tidur, mamanya sibuk sendiri di dapur menyiapkan bahan-bahan untuk membuat kaldu. Jadi, dalam membuat kaldu ayam sangat disarankan menggunakan ayam kampung untuk bayi. Kenapa? Karena ayam kampung masih alamiah. Berbeda dengan ayam negeri yang biasanya sudah disuntikkan bermacam-macam hormon. Kalau bayi makan ayam negeri, maka secara tidak langsung itu akan ikut dimakan juga loh sama bayi. Selain menggunakan ayam kampung, dalam membuat kaldu ini bisa juga diganti dengan ikan salmon atau ceker ayam, dan ada juga yang membuat kaldu sayuran. Yang pasti asalkan mengandung banyak gizi, bisa kok digunakan sebagai tambahan mpasi untuk bayi.
Ini bahan yang saya gunakan dalam membuat mpasi baby Fei :
  • Ayam kampung (sayap, ceker, leher, dan bagian tulang yang sudah diambil dagingnya)
  • ½ siung Bawang bombay yang dipotong agak kecil (gak terlalu kecil juga sih)
  • 2 batang daun seledri
  • 1 batang daun bawang
  • 1 buah tomat, dipotong jadi 6 bagian
  • Air sekitar 400ml. Sebenarnya pengin ditambah lagi airnya biar lebih banyak, tapi karena slowcooker yang saya pakai ukuran kecil, jadi gak bisa muat kalau kebanyakn air.  Jadi pakai secukupnya saja.

Nah, semua bahan dan air dicemplungin di slowcooker, colok slowcookernya dan tunggu sampai keesokan paginya. Praktis kan? Iya dong, kalau bikinnya pakai slowcooker tinggal masukin bahan dan tunggu hingga 6-8 jam. Daann pagi harinya aroma gurih kaldu sudah tercium di arena dapur, ini berarti kadunya udah masak.
Kaldu ayam ini jika disimpan di freezer bisa bertahan 1-2 bulan. Jika disimpan di kulkas bawah tahan 1 minggu. Tapi mesti sering-sering lihat kondisi kaldunya juga. Kalau ada perubahan aroma atau warna sebaiknya jangan digunakan, takutnya kalau dikonsumsi efeknya gak baik ke bayi.   

You May Also Like

0 komentar