Slogan Bisnis Sama Dengan Janji

by - Maret 12, 2017

  Seperti biasa.. Setiap Jum’at malam, jadwal di grup WhatsApp Networking Online adalah masuk di kelas belajar yang pematerinya memang sudah disiapkan oleh trio admin grup. Grup yang kece ini punya tiga admin yaitu mba Ifriyawani, kang Titan Al Jabar, dan mba Dea yang selalu mengundang pemateri-pemateri hebat di bidangnya masing-masing.
Kalau Jum’at minggu lalu materinya tentang hukum, nah di minggu ini materinya tentang bisnis. Yes, sekarang ini ilmu bisnis khususnya bisnis di dunia maya (online shop) sudah semakin berkembang. Banyak banget ilmu yang bisa dipelajari agar omset olshop bisa makin meningkat.
Jum’at, 10 Maret 2017 yang mengisi materi adalah pak Islah Abu Ayyash dengan tema The Wow Service Part 2. Sebelumnya pak Islah sudah pernah mengisi materi dengan tema yang sama, tapi waktu tema yang pertama dulu saya tidak mengikuti, jadi sekarang nulis bagian yang kedua aja. Berikut ini materi dari Pak Islah.
Slogan yang tertera pada brosur atau iklan yang kita buat itu adalah sebuah janji. Jadi hendaknya jika kita sudah memasang slogan tersebut, ya tentu kita harus tepati. Nah, ‘jangan menjanjikan sesuatu di luar kemampuan kita’. Dan pastikan bahwa kita memiliki kemampuan untuk melakuakn “Under Promise Over Delivery”. Misalkan ada jasa pengiriman yang menjanjikan sehari sampai. YEN (Yakin Esok Nyampe). Yakin beneran gak tuh? Ini misalnya ya..
Pelanggan yang puas karena merasa ekspektasinya terpenuhi cenderung akan menggunakan jasa kita berlang-ulang. Bahkan bisa menjadi pelanggan loyal. Tapi.. sebaliknya... jika antara KEBUTUHAN, KEINGINAN, HARAPAN, dan produk atau Jasa yang ia terima tidak tercapai, udah pasti ‘Customer Kapok’. Ogah beli sama kita lagi.  Sediiih kan jadinya.. hihi..
Nah dalam melayani tadi, seringkali komunikasi menjadi tumpuan closing atau tidaknya kita dengan Customer. Apalagi lewat dunia maya komunikasi bahasa tulisan ini jadi yang paling menentukan. Bahasa-bahasa yang sering muncul sebetulnya bisa dikemas lebih baik lagi. Pak Islah memberikan contoh :
1. ADA MASALAH APA? 
Kalimat di atas sebetulnya menurut bisa diperhalus lagi, kenapa ketika ada customer datang gak kita sapa dengan Kalimat . 
ADA YANG BISA SAYA BANTU ? 
Ucapkan kalimat ini dengan tulus dan empati. Kalau kayak gini, Subhanalloh itu customer berasa kayak diberi Mantra.. luluh.. jadi adem. Yang tadinya mau marah, sejenak teredam.
2. ITU BUKAN BAGIAN SAYA atau ITU BUKAN URUSAN SAYA.
Kalimat ini jangan ditiru nih. Kalau mendapati ada Customer Service yang mengucapkan begini dalam sebuah perusahaan, itu bisa dipastikan "dia" yang memang gak ikut SOP atau perusahaan tersebut SOP nya sangat tidak baik. Misal suatu olshop sudah punya admin baik online maupun offline. Harus sangat diterapkan sekali Komunikasi yang Efektif dan Merangkul. Kalau CS atau admin bilang seperti Nomer 2, itu sih terkesan hanya menghindari masalah saja, gimana jika kalimat nomer 2 diganti dengan :
"Ibu, bapak Bagaimana Jika bapak/ibu kami antarkan menemui bagian yang bisa menolong permasalahan ibu"
Kalau toko online para admin bias ditraining untuk mulai menggunakan bahasa tulisan yang adem, membangun empaty. Meskipun yang dihadapi emosi, tapi bisa dijamin jika penanganan kita benar-benar melayani, emosinya akan teredam. Mengalah Untuk menang, palingan nanti dia malu sendiri jika nyerocosss aja. Dan kita hadapi denga stay kalem dan berempati.
Tapi ada kalimat lho yang bisa kita kemas lagi, misal begini: 
Dari Segi Prosedur di kantor kami bapak/ibu yang harus..... Bagaimana kalau saya bantu.....?
Jadi Customer selalu di beri solusi yang sifatnya Win-win solution jika memang dia diposisi salah kita tidak menyudutkan. Jika memang kita yang salah jika perlakuan kita baik. Jadi customer akan MAFHUM (alias Maklum). Dan menurut pask Islah, kemasan kita dalam bertutur kata itulah penentu closing dalam penjualan. Customer bawaannya Happy mulu sama kita pastikan rejeki ngalir lagi.
Berusahalah kita menyentuh sisi-sisi emosional dari Customer. Karena menurut Buku Selling To win Bahwa 84 persen dari keputusan membeli didasarkan pada emosi.
Ini Tips bagi Bunda-bunda yang ingin membuat SLOGAN pada bisnis:
1. Tetapkan Secara jelas Apa yang kita Inginkan dalam Bisnis ini. 
2. Apa Ukurannya? Misal tadi melayani dengan sepenuh dan Setulus hati tuh apa Sih Ukurannya. 
3. Sanggupkah Kita Melakukannya? 
4. Haruskah Kita Melakukannya? 
5. Kapan sesuatu yang di inginkan itu bisa tercapai?
Jadi, jika customer kita makin happy dan makin lengket sama bisnis yang kita bangun, udah pastilah rejeki pun bakalan ngalir sederas air bandang.. hehe.. aamiin.

Di atas merupakan rangkuman dari materi yang disampaikan oleh pak Islah Abu Ayyash. Dipostingan selanjutnya nanti sesi tanya-jawab dari materi diskusi. 

You May Also Like

0 komentar