Materi 2 MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA

by - Februari 18, 2017



a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

APA ITU IBU PROFESIONAL?
Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;
Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --; 

Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :
a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?
Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.

MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.

BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?
Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?
“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka. Maka yang perlu ditanyakan adalah sebagai berikut :

BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan. Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sebagai berikut:

“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto

Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
 📚SUMBER BACAAN:
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015
===================================================================

Resume tanya jawab materi#2

Fasilitator : Bunda Henny
Korming: Bunda Aniek Hasan

1. Bagaimana cara saya tau dibidang mana bakat saya dan anak-anak saya??? (Bunda Nhia)

Jawaban : 
Bismillah, Bunda bisa lakukan dengan memberikan banyak wawasan dan aktivitas kepada anak. Sebagai orangtua harus melihat minatnya kepada apa lalu diarahkan serta di berikan fasilitas tentunya untuk mengembangkan bakat anaknya. Dengan banyak wawasan dan aktivitas biarkan anak-anak memilih, dan jangan lupa kita mengamati perkembangannya. Untuk bunda, perhatikan aktivitas apa yang membuat mata bunda berbinar-binar, suka maka itu bisa dikatakan bakat bunda. Jadi jika bunda minat menjahit itu yang dikembangkan terlebih dahulu. Oiya, Nanti dimateri matrikulasi akan ada materi ini bunda tentang temu bakat. Sabar.

2. Assalamu alaikum bunda... Bun, anak saya seorang laki-laki, 11 bulan. Keinginan pertama sewaktu hamil kalau anak saya laki-laki saya ingin jadikan hafiz, itu niat sy wkt hamil bun. Nah kira-kira apa lagi yang harus saya terapkan ke anak selagi usianya yang sangat dini selain sy murottalkan sejak lahir. Semoga pertanyaan ku masuk kemateri ya bun. (Bunda Mivtahuljannah)

Jawaban :
Waalaykumsalam warahmatullah Bunda, aamiin ya rabbal alamin, InsyaAllah jadi hafidz. Tumbuhkan kecintaan terhadap Al Quran bund. Kecintaan kepada Allah dan RasulNya. (Kalimat Tauhid) dengan memberitahukan kalau anggota tubuh dikasih Allah, rasulullah ajarkan untuk makan tangan kanan dan sebagainya. Sebab anak yang mencintai Allah, Rasul dan KitabNya tentu akan mudah untuk menghafal Al Quran.. Bisa juga dengan mengajak main flashcard huruf hijaiyah, dan lainnya.

3. Bismillah... Bunda, saya belum nonton videonya. Tapi dari penjelasan materi tertulis di grup. Saya sudah bisa mapping konsep tentang ibu Profesional. Nah, kalo misalnya ada posisi seorang ibu yang baru saja mau mulai dari nol, maka aspek apa yg mulai dijalani dari 4 tahap itu? Saya sendiri kewalahan bunda, antara bunda sayang dan bunda cekatan.. Kalo saya fokus urus anak, rumah biasanya terbengkalai.. Sudah kecapean malamnya untuk bersih-bersih. Lalu besoknya rumah terurus, anak tidak terlayani dengan baik. Begitu selang seling yg terjadi bunda. Itulah kenapa saya bergabung di IIP ini. (No name (atas permintaan bunda ybs.)

Jawaban : 
Jika bunda berada di garis awal, berarti bunda sekarang sudah melakukan langkah yang tepat. Kondisi bunda sebaiknya mengukuti tahapan dari bunda sayang dan seterusnya. Namun jika misal, kondisi ekonomi mengharuskan bunda konsentrasi ke bunda produktif, maka bunda harus extra waktu untuk tetap belajar bunsay & buncek, karena jika tidak pasti ada ketidakseimbangan yang terjadi. Langkah awal bunda, atur waktu bunda dengan baik, karena semuanya itu penting.

4. Saya ingin sekali menjadi ibu yg membanggakan untuk keluarga. Dan setelah saya baca materi hari ini, saya jadi berkesimpulan kalau menjadi ibu yang membanggakan harus menjadi ibu profesional. Dan tahapan untuk menjadi ibu Profesional itu ternyata tidak mudah. Saya mohon pencerahan, mungkin ada motivasi membulatkan tekad, dan bagaimana kalau suatu hari nanti saya lelah? Apakah ada toleransi kata lelah utk menjadi ibu profesional? Maaf, saya jd bingung seakan pesimis mampu melalui itu semua... Heheheee (Bunda Shafiya)

Jawaban :
Bunda Shafiya, Jangan nyerah dong, kan belum dicoba, ilmunya belum diterima semua. Jadi ibu profesional itu kuncinya harus PEDE kata bu septi. Lah kita diberi kemampuan yg sama dengan bunda-bunda yang lain, InsyaAllah bisa.
Motivasi ya Bunda, kalau saya pribadi, selalu mencatat keutamaan mendidik anak, mengurus keluarga, InsyaAllah jadi penyemangat menjalaninya. Sebaiknya bunda tidak mengatakan lelah, Tapi ingin memantaskan diri dulu di 1 tahapan, baru lanjut ketahapan berikutnya. Karena ada sebagian bunda yang kalau belajar mesti pelan-pelan, gak bisa langsung banyak. Itu wajar kok bunda. Maka penuhi dulu ilmunya, Allahlah yang akan memahamkan kita, seiring berjalannya waktu.

5. Di materi, ada poin bahwa ibu menjadi kebanggaan keluarga, yang ingin saya tanyakan bagaimana merubah mindset anak agar dia bangga dengan apa yang dimilikinya, termasuk bangga punya ibu yang dia miliki. Sering saya temui siswa yang tidak bangga dengan ibunya. Hanya kepada bapaknya karena bapaknya bekerja dan mempunyai uang. Bagaimana menanamkan kebanggaan terhadap anak kita dengan ibu yg dimilikinya. (bunda Wa Saripah)

Jawaban : 
Bunda Saripah, biasanya seorang anak lebih dekat dengan ibunya ya mungkin karena sudah berada dirahim ibu selama 9 bulan. Kalau ada seorang anak tidak bangga kepada ibunya, kita lihat dulu bagaimana anak tersebut dibesarkan, jagan langsung menyalahkan mereka. Jika sejak kecil ditanamkan nilai-nilai agama, rasa syukur, InsyaAllah anak itu tumbuh dengan cinta, cinta kepada yang menciptakan, kepada orangtua dan sesama.
Sampaikan ke mereka bagaimana peran ibu yang mengandung, menyusui dan sebagainya, juga peran ayah untuk menjemput rezeki. Perlu juga dilakukan kegiatan yang meningkatkan bonding pada orangtuanya khusus ibu.

6. Assalamualaikum, untuk menjadi ibu profesional kan kita harus melewati 4 tahapan/pilar yaitu bunda sayang, bunda cekatàn, bunda produktif, dan bunda shalehah. kalau sudah melewati tahapan ini barulah kita bisa mencapai satu indikator keberhasilan ibu profesioanal yaitu menjdi kebanggaan keluarga. Pertanyaan saya "Bagaimana agar kita bisa konsisten dalam mengaplikasikan ke empat tahapan tersebut dalam kehidupan kita sebagai IRT dengan tidak melalaikan hal-hal yang lain, kadang kita terlalu semangat dengan pencapaian target untuk itu, jadi timbul kekhawatiran pada diri saya tidak berhasil untuk menjadi ibu profesional. Jadi harapan saya harus berhasil?! terimakasih" (bunda Mulyati)

Jawaban :
Bunda Mulyati, untuk konsisten maka lakukan 3L latihan, latihan, latihan. Lakukan terus menerus hingga menjadi habit. Mulai dengan 30 Hari pertama, berhasil, kuatkan lagi dengan menjalankan di 30 Hari berikutnya.
Kemudian, Manajemen waktu, lakukan secara bertahap Bunda. Fokus kepada hal yang bunda butuhkan, suka Dan bisa dulu. Penuhi dulu ilmunya , Allah yang akan memahamkan kita, seiring berjalannya waktu.

7. Assalamualaikum bunda, mau tanya, kalau urutan standar pendidikan ibu profesional apakah harus seperti materi tadi? Ataukah bisa bunda cekatan lebih dahulu dibandingkan bunda sayang? Soalnya saya terkadang masih banyak kurang dimanagemen keluarga, bagaimana saya bisa mengurus/manage anak-anak jika diri sendiri saja masih susah dimanage? (Bunda Nuraeni)

Jawaban :
Ya Bunda, karena ini adalah pijakan kita, maka idealnya berurut. Bagi yang telah menikah, maka tahapannya Bunsay - Buncek - Bunpro - Bunshal.
Sedangkan yang belum menikah, atau sudah menikah namun belum dikaruniai anak, maka tahapannya bisa diubah menjadi buncek -> bunpro -> bunshal -> bunsay
Atau jika ingin Mempersiapkan diri sebelum punya anak bisa buncek -> bunsay -> bunpro -> bunshal.
Dalam kasus Bunda, Bunda perkuat dulu pembagian waktu Bunda sebagai ibu, Istri, dan sebagai individu.

8. Assallamu'alaykum wr.wb
   1. Apakah setiap tahapan proses belajar IIP dilakukan secara offline? 
   2. Berapa lama rentang waktu setiap tahapan proses belajar di IIP dan Bagaimamakah Ibu peserta      IIP dinyatakan lulus dalam setiap tahapan proses belajar di IIP? 
 3. Bagaimanakah menyeimbangkan perang seorang working mom agar ttp bisa menjadi ibu profesional? Karena tidak bisa dipungkiri ketika seorang ibu bekerja, akan ada porsi yga berkurang untuk keluarga?" (Bunda Shintasari)


jawaban :
1. Pembelajaran dapat dilakukan secara online maupun offline.
2. Rentang pembelajaran untuk tahapan awal ini kita lakukan 3bulan. Dinyatakan Lulus jika jika komitmen dan konsisten menjalani perkuliahan dan melatih diri lewat pengerjaan nhw. Setelah itu lanjut bunsay dstnya.
3. Bunda, di Ibu Profesional, semua ibu adalah ibu bekerja, baik yang bekerja di ranah publik maupun di ranah domestik, semuanya harus dikerjakan sungguh-sungguh. 
Saya sharing pengalaman, karena saya juga ibu yang bekerja diranah publik. Disaat mendapat ilmu Matrikulasi juga HE saya merasa ingin menjadi full time mom saja. Namun, disetiap sujud saya mohon kekuatan, krn saya yakin Allah mentakdirkan saya bekerja punya maksud tertentu & saya mampu menjalaninya. Berusaha menjalani dgn ikhlas, dengan senyuman, dan ketika membersamai anak, capek keluhan diskip dulu, pasang muka ceria ke anak, kalau capek skl, saya akan sampaikan ke mereka sejujurnya, dan memberikan mereka bonus waktu misal nanti tambah waktu dongeng, jalan=jalan dan lainnya. Memang kita butuh extra usaha, doa, untuk mencukupkan kedekatan kita bersama mereka.

9. Assalamualaikum pertanyaan saya bagaimana kalau usia anak kita telah melewati 8 tahun dan stimulasi terhadap perkembangan otak salah apa yg harus kita lakukan,demikian pula dengan stimulasi kepribadian,apabila anak kita telah melewati usia 12 tahun apa yg harus di lakukan,terimakasih. (Bunda Julita)

Jawaban :
Bunda Julita, tidak ada kata terlambat. Karena mendidik anak itu bukan seperti lari jarak pendek namun lari jarak jauh (bu septi). Jadi bukan yang cepat sampai garis finish namun bagaimana ketahanan kita melalui proses sampai ke finish. 
Misal. Anak seusia lebih 8thn atau 12thn namun shalatnya belum baik, pasti ada yg salah maka kita ulang pada tahapan awal mendidik tauhid, menumbuhkan kecintaan mereka terhadap Allah, rasul, AL Quran, dan tidak lupa dengan cara mendidik anak usia diatas 12 tahunan. Contoh untuk menghadapi/mendidik anak pre aqil baligh, jadikan mereka teman kita.
🌟 tanggapan atas jawaban
- Bisa memberi contoh stimulasi untuk kecerdasan otaknya? Saya tipe yang tidak suka meminumkan vitamin buat anak saya
Jawaban :
Ini saya sharing materi HE Bunda u/Usia 12 tahun keatas,
➡Usia 10-14 tahun :
✅belajar bersama Maestro,
✅magang project,
✅menghebatkan potensi diri, kemandirian, kepemimpinan dan sebagainya.
Anak-anak di jenjang usia 8-14 tahun mulai mengenal “MIMPI apa yang akan dia BANGUN”.
Ada beberapa tahapan yang ditempuh pada fase ini:
✳Pandu anak untuk memahami misi hidupnya dengan cara:
1. Mengajak anak untuk paham “Who am I?”
2. Mengajak anak untuk memahami alam sekitarnya/lingkungannya (kearifan lokal)
3. Mengajak anak untuk memahami zaman saat dia dibesarkan dan prediksi zaman saat anak ‘aqil baligh nanti.
4. Kuatkan aqidah anak akan keberadaan Allah swt.
✳Pandu anak untuk memahami potensi dan bakatnya.
Di bawah ini adalah tahapan yang sudah 
dipraktekkan oleh Ibu Septi Peni Wulandani dan Pak Dodik Maryanto kepada anak-anak beliau, dengan tahapan sebagai berikut:
1. Memperbanyak aktifitas anak yang NON-Pelajaran, agar anak cepat menemukan potensi dirinya.
2. Memasukkan anak ke club Talent sesuai dengan potensi yang ditemukan dan diulang terus menerus.
3. Ajak anak menuangkan mimpinya dalam VISION BOARD
4. Memperkenalkan anak kepada beberapa learning model yang berkaitan dengan mimpi anak.
5. Memandu anak-anak untuk membuat Talent based Individual Project.
6. Menularkan Leadership dengan benar.
Kalau stimulasi kecerdasan otak, Bunda bisa lihat kondisi anak, bagian Mana perlu ditingkatkan, sesuai kebutuhan mereka. Usia 12 thn keatas harusnya sudah kaya akan gagasan2 cemerlang.

10. Assalamualaikum.. Dari pemaparan Ibu Septi di video YouTube mengenai fitrah anak bahwa anak memiliki rentang konsentrasi 1x umur, sehingga perlu beberapa kali ice breaking untuk meningkatkan rentang konsentrasi.
Pertanyaannya,
- Apa saja contoh ice breaking yg menarik diterapkan ketika bermain bersama anak?
- Bagaimana mendampingi balita bermain dan belajar bersama namun memiliki rentang konsentrasi berbeda?(misal kakak adik umur 4th dan 2 th). (Bunda Rustina)

Jawaban :
🌷 1. Ice breaking yg simpel-simpel saja bunda dan disesuaikan dengan usia anak.
Banyak contoh ice breaking anak di youtube.
2. Berikan permainan/pelajaran yg serupa tapi tingkat kesulitan yg berbeda bunda..
Misal belajar panca indra, adek diminta menyebutkan/menunjuk panca indera, kakak menjelaskan kegunaannya.

11. Pertanyaan saya, seberapa pentingkah dukungan suami kepada istrinya agar menjadi ibu profesional? (Bunda Risma)

Jawaban :
Bunda Risma, Sangat penting, maka disini kita perlu komunikasi yang lebih efektif. Memperjelas visi Misi keluarga, dan lebih memperbanyak family forum. Sharing. InsyaAllah dikelas ini juga kita dilatih untuk mengajak suami berperan aktif dukung kita.
Suami yang punya Istri profesional pasti bangga. Begitu juga anak-anak, karena kerjaan, urus keluarga, mendidik anak semua jalan.
🌟Tanggapan atas jawaban :
- Bagaimana bund jika ada perbedaan cara mendidik anak dengan suami? Apakah perlu disamakan dulu ya?
Jawaban :
Ini sudah pasti akan beda Bunda, normal kok. Karena kita dibesarkan bukan dilingkungan yg sama, ortu berbeda, pendidikan ortu berbeda dan masih banyak lagi, namun kembali lagi ke komunikasi, misal ibu yg punya ilmu tentang anak, sampaikan ke suami, dengan kalimat produktif agar suami cepat paham, kemudian sampaikan menurut ayah? Atau kita bagi peran, ayah sptnya cocok dibagian mendidik anak praktek-praktek, ibu yang teori, dan sebagainya.
🌟Tanggapan :
- Gimana yang lagi ldr an bun? Tetap bisakah mengikuti langkah-langkah selanjutnya?
Jawaban :
Bisa Bunda, sekarang kan bisa videocall, Skype, danlainnya. Buat family forum secara online, ih seru Bunda, saya ada teman bgt, MasyaAllah hasilnya tdk kalah dgn kita yg ga ldran



You May Also Like

0 komentar