Resume Kuliah WhatsApp Buku Portofolio Anak

by - Januari 31, 2017

Menjadi orangtua itu tidak ada sekolahnya, tapi ada ilmunya. Ilmunya itu bisa didapatkan dengan banyak baca buku, belajar dari pengalaman orangtua sebelumnya, atau dengan mencari sendiri informasinya. Jadi, sebenarnya menjadi seorang ibu merupakan sebuah proses belajar.

Minggu lalu saya ikut kulwap (kuliah whatsApp) tentang buku Portofolio Anak, yang saat ini sedang masa pre-order. Pematerinya adalah penulis buku Portofolio Anak, Andita A. Aryoko. Di kulwap ini membahas tentang apa, kenapa dan bagaimana sih portofolio anak itu. Biar ilmunya ndak menguap, saya posting di blog ini sehingga sewaktu-waktu bisa dibaca lagi.

Apa sih portofolio anak itu? Jadi portofolio anak itu adalah alat bantu orangtua untuk mengukur, melihat, atau mengenali bakat, minat, gaya belajar atau keunikan seorang anak. Biasanya kan kalau mau tau bakat atau minat anak, orang tua seringkali mengikutkan anak mereka tes bakat/minat. Nah, portofolio ini sama seperti itu. Bedanya, portofolio anak ini dibuat sendiri oleh orangtua si anak dengan mengamati dan memberi stimulasi ke si anak. Jadi, dalam membuat portofolio untuk anak, orangtua pastinya harus aktif mencatat, mengamati dan menggali apa saja yang membuat anak senang, apa yang membuat mereka sedih, apa yang mereka suka, dan apa yang mereka kurang suka.

Kata “Portofolio” itu sendiri berasal dari kata Port (laporan) dan Folio (penuh atau lengkap), yang artinya laporan yang lengkap dan menyeluruh. Lalu apa sih manfaatnya bikin portofolio anak? Dari materi kulwap, inilah beberapa manfaatnya :

1. Untuk Memfasilitasi Pertumbuhan Anak (Development Portfolio)
Portofolio ini berfokus tunggal pada salah satu aspek pertumbuhan anak. Anak-anak special needs atau anak dengan kebutuhan khusus, umumnya menggunakan portofolio.

2. Untuk Menyediakan Basis Evaluasi atau Persiapan Ujian (Assessment/Standard besed Portofolio)
Portofolio ini biasanya digunakan di sekolah karena harus memenuhi standar tertentu atau juga digunakan untuk persiapan ujian atau sertifikasi.

3. Untuk Menyoroti Kinerja dan Kapabiliti Anak (Showcase Portofolio)
Portofolio ini sifatnya atau konteksnya sangat personal, dapat digunakan untuk memahami pola potensi anak atau untuk pengembangan bakat melalui beragam kegiatan atau proyek.

4. Untuk Merekam Proses Belajar Anak dan Konten Pengetahuan yang Dikuasai (Learning Portfolio)
Portofolio ini bisa menggunakan standar, bisa pula bebas disesuaikan dengan minat dan kebutuhan anak.
Dengan membangun portofolio pendidikan anak, maka para orangtua akan jauh lebih mengenal anaknya, akan lebih memahami pola perkembangan dan potensi keunikan fitrah anak. Hal ini karena Portofolio akan memberikan rekam jejak melalui pencatatan jurnal kegiatan, atau dokumentasi jurnal kegiatan, disertai lampiran bukti (evidence) produk atau karya bisa dalam bentuk tulisan, audio, video, dan lainnya.


Ada beberapa pertanyaan dalam kulwap yang dijawab langsung oleh bunda Andita A. Aryoko seputar buku Portofolio Anak.
Pertanyaan Pertama :

“Saya ibu yang bekerja di ranah publik, bagaimana cara menggunakan buku untuk saya agar lebih efektif manfaatnya? Adakah tips yang spesial untuk menggunakannya.. terimakasih. Karena saya tidak membersamai anak saya setiap saat“ Melizar – Lhoksukon/Aceh Utara
“Mau bertanya, bagi ibu yang bekerja seperti saya, yang bekerja dari pagi sampai sore. Bagaimana cara menyusun portfolio ini sedangkan saya sendiri tidak bisa menyaksikan apa yang terjadi dengan anak di sepanjang hari? Sedangkan di malam hari meskipun anak tetap melakukan sesuatu, tentu lebih banyak tidur. Berarti saya kehilangan data untuk portofolio nya. Terimakasih” Bunda Fatih – Bandung
Jawaban dari bunda Andita A. Aryoko :
“Halo bunda Melizar dan bunda Fatih, untuk bunda yang bekerja tetap bisa koq kita pantau perkembangannya untuk kita portofoliokan. Caranya bagaimana? Bunda bisa membuat lembar berformat yang bisa diisi oleh pengasuh ana-anak. Mantranya : ajarkan-latihkan-tingkatkan, terus diulang begitu, lakukan obrolan santai dengan pengasuh untuk tau perkembangan anak selama kita bekerja, perkuat dengan lembar yang ia isi sesuai arahan dari kita. Ketika weekend temani anak kita dengan hati dan fisik, amati. Gunakan mata hati dan mata batin kita untuk mengamati keunikannya.”

Tanggapan dari bunda Arni Aruni Yanti:
“Bagaimana kalau pengasuhnya sudah tua dan tidak suka dengan hal tulisan yang mungkin dianggapnya ribet mba? Cukupkah dengan di sore hari kita tanyakan apa saj yang terjadi kepada pengasuh?”
Jawaban oleh bunda Andita A. Aroyanto :
“Betul, jika pengasuh sudah tua yang perlu kita lakukan adalah mengobrol santai dengannya, bertanya berkegiatan apa dengan anak-anak, minta pengasuh bercerita. Kita cukup mendengarkan, ketika ada A.ha dari cerita pengasuh, bisa kita tanyakan lebih detail.”

Pertanyaan kedua
”Terkait hal-hal atau aspek apa saja untuk membuat portofolio anak dan bagaimana mengevaluasi portofolio adak qta, sebagai pertimbangan mengenai bakat dan minat anak qta? Bakat sama minat, bedanya apa ya?” Mardiyah – Sidoarjo
Jawaban :

“Halo bunda Mardiyah, beberapa aspek untuk membuat portofolio anak yaitu gaya belajar, sisi unik anak, anak berbinar untuk hal apa, rasa ingin tahu anak, ragam wawasan akrivitas yang dilakukan, dan sebagainya.

Bakat : bawaan lahir
Minat : kecenderungan, dipola oleh lingkungan” 
Tanggapan dari bunda Mardiyah :
“Anak sering berbinar dengan hal-hal yang sifatnya baru. Bagaimana qta mengetahui sisi berbinarnya ini merupakan aspek yang perlu qta kembangkan atau tidak? Misalnya terkait durasi berbinarnya atau seperti apa?"

Jawaban :
”Ulangi kembali esok harinya, lakukan hingga 1 minggu. Apakah anak tetap berbinar? Jika ya, bisa kita masukkan dalam list hal berbinar.”
Tanggapan dari bunda Catur :
”Dalam penulisan portofolio idealnya berapa hari/minggu sekali kita menuangkan hasil pengamatan kita?
Jawaban :
“Saat ada momen A.ha, namun jika bunda berkenan mencatat setiap hari maka tidak ada masalah.”
Tanggapan dari bunda Adistya Pratiwi
“Definisi unik gimana ya bund? Kadang menurut saya unik pada anak sayatapi kata oranglain itu biasa karena anak lain juga kayak gitu”
Jawaban :
“Pakai kacamata kuda. Jangan pedulikan kata orang bund. Amati pola anak-anakselama 3bulanan, evaluasi.”
Tanggapan dari bunda Mardiyah:
“Maaf, terkait membuat portofolio ini, qta rancang dulu sesuai yang qta harapkan (aspek yang akan qta gali) atau mengalir?
Jawaban :
“Pahami profil unik anak baru rancang.”
Tanggapan dari bunda Rika Widya:
“Dicuplik sedikit mba, gimana kiat-kiat untuk memunculkan atau menumbuhkan bakat minatnya?”
Jawaban :
“Mengkayakan wawasan bakatnya mba. Coba beragam aktivitas. Dengan cara mengajak anak tour the talents, mengajak anak melihat orang-orang yang memiliki panggilan hati dengan perannya. Karena orang yang terpanggil akan selalu memesona dengan kebermanfaatannya.”

Pertanyaan ketiga :
“Anak merupakan tumpuan harapan bagi orangtua, sehingga terkadang bagi orangtua baru sangat exited terhadap kehadiran anak dan ingin anaknya bisa berbagai hal. Ini membuat orangtua ingin memberikan banyak aktivitas dan pelajaran. Pertanyaannya, bagaimana metode yang tepat untuk mengetahui ketertarikan anak dari sekian banyak aktivitas yang kita berikan? Dan apakah banyaknya aktivitas tersebut akan mempengaruhi anak menjadi bosan pada hal tersebut saat ia besar nanti? Sebetulnya kapan waktu yang efektif untuk penggunaan portofolio ini dalam membantu perkembangan anak?” bunda Gita - Jepang
Jawaban dari bunda Ariyani A. Aryoko :
“Prinsipnya, tidak menggegas anak dengan berbagai hal. Pertanyaannya bukan anak saya perlu belajar apa, tapi dengan belajar ini anak saya dapat apa? Apakah bisa mempertajam sisi uniknya? Apakah bisa menjadi bekal kehidupannya?
Tanggapan dari bunda Rahmawati :
“Biasanya kira orangtua les kan anak yang lemah di bidang apa, tapi ini sebaliknya gak usah liat kelemahan tapi yang dilejitkan potensinya ya bun?”
Jawaban :
“Betul. Kita harus fokus pada cahaya anak. Tinggikan gunungnya, bukan meratakan lembah. Gunung = potensi. Terus-menerus meratakan lembah anak, hanya akan membuat dirinya jadi insan biasa-biasa saja.”

Menurut bunda Andita A. Aryoko bahwa membuat portofolio anak ini bisa dilakukan sejak bayi dengan develop portofolio tentang tumbuh kembang anak. Setelah tau sedikit tentang portofolio anak, yuk kita buat portofolio anak kita agar bisa memantau perkembangan mereka. Karena yang paling tau seorang anak, adalah orangtuanya.


You May Also Like

4 komentar

  1. Sangat inspiratif, bisa segera saya praktekkan. Trm ksh

    BalasHapus
  2. aku penasaran dengan isi buku ini. Susah juga carinya. Cepat habis.

    salam
    helenamantra dot com

    BalasHapus
  3. Terima kasih banyak postingannya bunda, sangat ebrmanfaat sekali

    BalasHapus